Yang keliru

6:37 AM 0 Comments A+ a-



Wad 6



Angin berhembus kencang di luar. Melayangkan tirai-tirai di setiap jendela. Seperti membawa tanda hujan akan menjemput kita. Dan sedetik hati bersyukur. Semoga ia tiba bersama secebis bahagia. Yang aku pinta untuk diberikan pada seorang wanita ini, yang sudah berkaca-kaca matanya sambil tunduk berteleku di depan kita.

Aku nampak. Aku sedar tangannya menggigil sambil kadang laju memicit-micit hidung menyembunyikan merah mata yang makin menyala. Aku dengar. Aku sedar di celah celah nafas itu terselit keluhan yang mendasar. Bersama esak yang cuba diselindung kaku.

Tapi aku tak mampu.

Aku tak tahu bagaimana untuk aku membantu. Kerana aku sendiri buntu dalam selirat masalah mereka yang aku cuba untuk tahu. 

Teruskan...... bermakna salah satu perlu pergi.

Berhenti....... bermakna yang tersayang akan mati.

Pedihnya ya tuhan....


Aku...

Aku betul-betul tak tahu


Antara 2 cinta, mana yang perlu dia jaga dulu....
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dan malam ni, aku terpandangkan Delisa. Antara tuhan dan manusia. Bicaranya terbuka. 






“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. 
Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. 
Perasaan itu datang dariMu. 
Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. 
Kami hanya menerima titipan. 
Dan semua itu ada sungguh karenaMu...

Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. 
Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya.
 Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. 
Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. 
Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.

Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya.

 Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. 
Layu bagai api yang tak pernah panas membakar.
 Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”

 ― Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa -




Delisa, pujukkan dia.

Tolong aku ya












 *doakan orang-orang sekeliling saya*

















Powered by Blogger.

Text Widget

There was an error in this gadget

Contact Form

Name

Email *

Message *